Lompat ke isi utama

Berita

Menuju Pemilu 2029, Bawaslu Jakarta Pusat Fokus Cetak Generasi Melek Demokrasi

Bawaslu Jakarta Pusat Audiensi dengan Sudin Pendidikan Wilayah II Jakarta Pusat

Bawaslu Jakarta Pusat Audiensi dengan Sudin Pendidikan Wilayah II Jakarta Pusat

Jakarta Pusat – Menyongsong Pemilu 2029, Bawaslu Kota Administrasi Jakarta Pusat memfokuskan upaya pada pencetakan generasi muda yang melek demokrasi melalui penguatan kolaborasi dengan dunia pendidikan. Komitmen tersebut ditegaskan Ketua Bawaslu Jakarta Pusat, Christian Nelson Pangkey, dalam audiensi bersama Suku Dinas Pendidikan Wilayah I Kota Administrasi Jakarta Pusat yang berlangsung di Blok C Kantor Wali Kota Jakarta Pusat, Kamis (5/3/2026).
 

“Melalui kolaborasi dengan Sudin Pendidikan, kami berharap pendidikan pengawasan pemilu dapat menjadi bagian dari proses pembelajaran yang membangun kesadaran demokrasi siswa. Generasi muda perlu dibekali pemahaman yang baik agar ke depan mereka tidak hanya menjadi pemilih, tetapi juga menjadi warga negara yang peduli terhadap integritas pemilu,” ujar Christian. Ia menilai sekolah merupakan ruang strategis untuk menanamkan nilai-nilai demokrasi sekaligus membangun kesadaran kritis pelajar terhadap pentingnya pengawasan dalam setiap tahapan pemilu. Menurutnya, pembekalan sejak dini akan berkontribusi pada kualitas pemilih di masa depan.
 

Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat (P2H) Bawaslu Jakarta Pusat, M. Halman Muhdar, menjelaskan bahwa kerja sama dengan lingkungan sekolah sebelumnya telah dilakukan dalam bentuk sosialisasi, baik pada momentum Pemilu maupun Pilkada.
“Sebelumnya kegiatan lebih bersifat sosialisasi. Ke depan kami ingin menyusun skema yang lebih sistematis dan berkelanjutan agar pendidikan pengawasan pemilu dapat menjadi bagian dari aktivitas edukatif di sekolah,” kata Halman.


Ia menambahkan, sebagian besar siswa SMA saat ini akan menjadi pemilih pemula pada Pemilu 2029. Karena itu, literasi demokrasi dan penguatan pemahaman terhadap proses pemilu dinilai menjadi kebutuhan mendesak, terlebih di tengah derasnya arus informasi di media sosial.
“Dengan bekal literasi yang baik, siswa diharapkan mampu menyaring informasi, memahami praktik demokrasi yang sesuai aturan, serta bersikap bijak dalam menyikapi perbedaan pilihan politik,” ujarnya.


Sementara itu, Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah I Kota Administrasi Jakarta Pusat, Aderiswanto, menyambut baik inisiatif Bawaslu Jakarta Pusat. Ia menilai pendidikan demokrasi merupakan investasi jangka panjang yang akan berdampak pada kualitas partisipasi politik generasi muda.
“Investasi pendidikan demokrasi yang kita mulai sekarang ini akan berdampak pada kualitas pemilih di masa depan, termasuk pada Pemilu 2029,” kata Aderiswanto.
 

Audiensi tersebut turut dihadiri Anggota Bawaslu Jakarta Pusat Wahidin, Kepala Subbagian Pengawasan dan Hubungan Masyarakat Jimmi Mustafa, Kepala Subbagian Hukum dan Penyelesaian Sengketa Bertoni S., serta jajaran staf Bawaslu Jakarta Pusat dan Sudin Pendidikan Wilayah I Kota Administrasi Jakarta Pusat. Melalui sinergi ini, Bawaslu Jakarta Pusat berharap dapat membangun generasi muda yang memiliki kesadaran demokrasi kuat, berintegritas, serta siap berperan aktif dalam menjaga kualitas dan integritas pemilu di masa mendatang.

Penulis: MHM

Foto: Jr

Editor: Humas Bawaslu Jakarta Pusat

Tag
Bawaslu Jakarta Pusat
Hubungan Antar Lembaga
pemilih pemula