Bawaslu Jakarta Pusat Tanamkan Literasi Demokrasi melalui Sekolah Sadar Pengawasan Pemilu di SMAN 24 Jakarta
|
Jakarta Pusat – Bawaslu Kota Administrasi Jakarta Pusat terus mendorong penguatan literasi demokrasi di kalangan generasi muda melalui kegiatan Sekolah Sadar Pengawasan Pemilu. Kegiatan tersebut dilaksanakan di SMAN 24 Jakarta, Senin (21/9/2026), dengan melibatkan siswa secara aktif dalam pembelajaran mengenai demokrasi, Pemilu, dan pengawasan Pemilu.
Kegiatan dibuka oleh Ketua Bawaslu Kota Administrasi Jakarta Pusat, Christian Nelson Pangkey. Dalam sambutannya, Nelson menyampaikan apresiasi kepada pihak SMAN 24 Jakarta yang telah menerima dan mendukung pelaksanaan Sekolah Sadar Pengawasan Pemilu.
Nelson menilai lingkungan sekolah menjadi salah satu ruang penting untuk membangun literasi demokrasi sejak dini. Menurutnya, siswa merupakan bagian dari generasi yang akan menentukan masa depan demokrasi, sehingga pemahaman mengenai Pemilu dan pengawasan perlu mulai diperkenalkan sejak bangku sekolah.
“Adik-adik akan mendapatkan pembekalan terkait bagaimana itu demokrasi dan Pemilu, khususnya terkait pengawasan Pemilu ke depannya,” ujar Nelson.
Ia menjelaskan, pembekalan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi siswa ketika nantinya telah memenuhi persyaratan untuk menggunakan hak pilih. Tidak hanya sebagai pemilih, generasi muda juga memiliki kesempatan untuk terlibat dalam proses kepemiluan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Kalau sudah berumur 17 tahun, sudah bisa memilih. Dan nanti bisa juga terlibat sebagai penyelenggara di TPS ataupun sebagai pengawas di TPS,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Tata Usaha SMAN 24 Jakarta, Aris Setya Handoko, menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menyampaikan apresiasi kepada Bawaslu Jakarta Pusat atas pembekalan yang diberikan kepada para siswa dan berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan lancar serta kondusif.
Bagi Bawaslu Jakarta Pusat, pengenalan demokrasi kepada generasi muda tidak cukup hanya dengan memberikan pengetahuan mengenai Pemilu. Siswa juga perlu memahami bahwa demokrasi membutuhkan keterlibatan masyarakat, termasuk dalam melakukan pengawasan secara partisipatif.
Melalui Sekolah Sadar Pengawasan Pemilu, Bawaslu Jakarta Pusat berupaya menghadirkan ruang belajar yang memungkinkan siswa memahami demokrasi dan pengawasan Pemilu secara lebih dekat. Langkah tersebut diharapkan dapat menumbuhkan generasi muda yang memiliki pengetahuan, kepedulian, dan kesadaran untuk ikut mengawal proses demokrasi.
Penulis: Jr
Editor: Humas Bawaslu Jakarta Pusat