Tak Sekadar Ceramah, Bawaslu Jakarta Pusat Ajak Siswa Praktikkan Pengawasan Pemilu melalui Sekolah Sadar Pengawasan
|
Jakarta Pusat – Sekolah Sadar Pengawasan Pemilu yang digelar Bawaslu Kota Administrasi Jakarta Pusat di SMAN 24 Jakarta, Senin (21/9/2026), dikemas dengan pendekatan yang berbeda dari sosialisasi pada umumnya. Siswa tidak hanya duduk mendengarkan pemaparan materi, tetapi terlibat langsung dalam berbagai aktivitas pembelajaran yang interaktif.
Bawaslu Jakarta Pusat menggunakan sejumlah metode untuk membuat siswa lebih aktif memahami materi, mulai dari diskusi kelompok, pemecahan studi kasus, kuis yang dikemas dalam permainan interaktif, hingga simulasi *roleplay* pengawasan Pemilu. Melalui metode tersebut, siswa diajak untuk berdiskusi, menganalisis persoalan, menyampaikan pendapat, dan memahami bagaimana pengawasan Pemilu dilakukan.
Pendekatan ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar melalui pengalaman langsung. Berbagai persoalan yang diberikan dalam studi kasus menjadi bahan bagi siswa untuk melihat bagaimana sebuah persoalan kepemiluan dapat dihadapi dan diselesaikan secara bersama-sama.
Pada sesi simulasi roleplay, siswa juga diajak memahami peran pengawasan Pemilu secara lebih praktis. Mereka tidak hanya mengetahui konsep pengawasan, tetapi mendapatkan gambaran mengenai bagaimana pengawasan dapat dilakukan dalam situasi yang disimulasikan.
Ketua Bawaslu Kota Administrasi Jakarta Pusat, Christian Nelson Pangkey, sebelumnya menyampaikan bahwa pembekalan mengenai demokrasi dan pengawasan Pemilu penting diberikan kepada generasi muda. Menurutnya, siswa merupakan calon pemimpin masa depan yang perlu memiliki wawasan mengenai demokrasi sejak dini.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan pemungutan suara untuk memilih siswa yang akan menjadi Duta Pengawasan Partisipatif. Proses tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi siswa untuk mempraktikkan nilai demokrasi melalui proses pemilihan secara langsung.
Duta Pengawasan Partisipatif yang terpilih dari masing-masing sekolah nantinya diharapkan menjadi penghubung antara Bawaslu Jakarta Pusat dengan lingkungan pelajar. Mereka diharapkan dapat membantu menyampaikan kembali pengetahuan mengenai demokrasi, Pemilu, dan pengawasan kepada siswa lainnya.
Melalui konsep tersebut, Sekolah Sadar Pengawasan Pemilu tidak berhenti pada penyampaian materi di dalam kelas. Bawaslu Jakarta Pusat berupaya menjadikan sekolah sebagai ruang belajar demokrasi yang hidup, tempat siswa dapat berdiskusi, memecahkan persoalan, berlatih melakukan pengawasan, sekaligus mempraktikkan proses demokrasi secara langsung.
Dengan pendekatan yang partisipatif, Bawaslu Jakarta Pusat berharap kesadaran pengawasan dapat tumbuh dari lingkungan pelajar dan berkembang menjadi budaya pengawasan partisipatif di tengah masyarakat.
Penulis: Jr
Editor: Humas Bawaslu Jakarta Pusat