Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Jakarta Pusat Sambangi SMAN 4 Jakarta, Perkuat Literasi Demokrasi Lewat Sekolah Sadar Pengawasan Pemilu

Jakarta Pusat — Bawaslu Kota Administrasi Jakarta Pusat kembali melanjutkan rangkaian Sekolah Sadar Pengawasan Pemilu dengan menyambangi SMAN 4 Jakarta, Senin (28/9/2026). SMAN 4 Jakarta menjadi sekolah ketiga yang dikunjungi Bawaslu Jakarta Pusat dalam program edukasi demokrasi dan pengawasan partisipatif bagi pelajar di wilayah Jakarta Pusat.

Kegiatan diawali dengan sambutan dari Admini Anggraini, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan dan Kehumasan SMAN 4 Jakarta. Dalam sambutannya, Admini menyampaikan apresiasi atas kehadiran Bawaslu Jakarta Pusat yang telah memberikan ruang pembelajaran bagi para siswa mengenai demokrasi, kepemiluan, dan pentingnya menjadi pemilih yang cerdas serta bertanggung jawab. Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas penyesuaian lokasi pelaksanaan kegiatan akibat adanya agenda sekolah pada pagi hari.

Berbeda dengan sosialisasi kepemiluan pada umumnya yang didominasi metode ceramah, Sekolah Sadar Pengawasan Pemilu dirancang menggunakan pendekatan pembelajaran yang interaktif. Bawaslu Jakarta Pusat menghadirkan suasana belajar yang mendorong siswa aktif berpikir, berdiskusi, dan menyampaikan gagasan selama proses pembelajaran berlangsung.

Para siswa dibagi ke dalam kelompok untuk memecahkan berbagai studi kasus yang berkaitan dengan pelanggaran Pemilu, kemudian mempresentasikan hasil diskusi mereka di hadapan peserta lainnya. Selain itu, materi juga dikemas melalui kuis berbentuk games interaktif sehingga penyampaian informasi mengenai pengawasan Pemilu terasa lebih menarik dan mudah dipahami oleh pelajar.

Tidak hanya itu, siswa juga mengikuti simulasi roleplay yang menggambarkan situasi nyata dalam pelaksanaan pengawasan Pemilu. Melalui metode tersebut, peserta diajak memahami bagaimana mengidentifikasi dugaan pelanggaran, menyampaikan laporan, hingga melihat pentingnya peran masyarakat dalam menjaga integritas proses demokrasi.

Sebagai penutup, seluruh peserta mengikuti proses voting untuk memilih Duta Pengawas Partisipatif SMAN 4 Jakarta. Duta yang terpilih nantinya akan menjadi perpanjangan tangan Bawaslu Jakarta Pusat di lingkungan sekolah untuk mengajak teman sebaya memahami demokrasi, menyebarkan semangat pengawasan partisipatif, serta menjadi penghubung komunikasi antara Bawaslu dan pelajar.

Melalui pelaksanaan Sekolah Sadar Pengawasan Pemilu secara bertahap di berbagai sekolah, Bawaslu Jakarta Pusat terus berupaya membangun budaya demokrasi sejak dini. Program ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya siap menjadi pemilih pemula, tetapi juga memiliki kepedulian untuk turut mengawal Pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas.

Penulis: Jr

Editor: Humas Bawaslu Jakarta Pusat