Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Jakarta Pusat Hadirkan Pembelajaran Interaktif dalam Sekolah Sadar Pengawasan Pemilu

Jakarta Pusat – Bawaslu Kota Administrasi Jakarta Pusat kembali menghadirkan pembelajaran interaktif melalui program Sekolah Sadar Pengawasan Pemilu. Kali ini, SMAN 117 Jakarta menjadi sekolah kedua yang disambangi Bawaslu Jakarta Pusat dalam rangkaian program tersebut, Selasa (22/9/2026).

Berbeda dengan kegiatan sosialisasi yang hanya berfokus pada penyampaian materi, Sekolah Sadar Pengawasan Pemilu dirancang agar siswa terlibat secara langsung dalam proses pembelajaran. Siswa tidak hanya mendengarkan materi, tetapi diajak berdiskusi, menyampaikan pendapat, menganalisis persoalan, hingga mempraktikkan pengawasan Pemilu.

Anggota Bawaslu Kota Administrasi Jakarta Pusat, M. Halman Muhdar, mengatakan pendekatan tersebut memberikan ruang kepada siswa untuk menjadi bagian dari proses pembelajaran. “Dalam kegiatan ini kita akan bermain peran. Selain materi, nanti kita akan berdiskusi kelompok, jadi kita semua sama-sama menjadi orang yang bisa memberikan kontribusi di forum ini,” jelas Halman.

Bawaslu Jakarta Pusat mengemas pembelajaran melalui diskusi kelompok, pemecahan studi kasus, kuis yang dikemas dalam games interaktif, hingga simulasi roleplay pengawasan Pemilu. Metode tersebut membuat siswa dapat belajar melalui pengalaman sekaligus menguji pemahaman mereka terhadap materi yang diberikan.

Melalui studi kasus, siswa diajak menganalisis persoalan dan mencari solusi bersama. Sementara melalui games dan simulasi, siswa dapat memahami konsep pengawasan dengan cara yang lebih dekat dan menyenangkan. Pendekatan ini juga memberikan kesempatan bagi Bawaslu untuk mendengar perspektif siswa mengenai Pemilu.

Pada penghujung kegiatan, siswa mengikuti proses voting untuk memilih siswa yang akan menjadi Duta Pengawasan Partisipatif di SMAN 117 Jakarta. Proses tersebut sekaligus menjadi praktik demokrasi bagi siswa melalui proses menentukan pilihan secara langsung.

Duta Pengawas Partisipatif yang terpilih dari masing-masing sekolah nantinya diharapkan menjadi penghubung antara Bawaslu Jakarta Pusat dengan lingkungan pelajar. Para duta dapat membantu menyampaikan kembali pengetahuan mengenai demokrasi, Pemilu, dan pengawasan partisipatif kepada siswa lainnya.

Melalui program yang dilaksanakan secara bertahap di berbagai sekolah, Bawaslu Jakarta Pusat berupaya menjadikan Sekolah Sadar Pengawasan Pemilu sebagai ruang belajar demokrasi yang aktif dan partisipatif. Dari diskusi, studi kasus, games, simulasi, hingga voting, siswa diajak tidak hanya memahami pengawasan Pemilu, tetapi juga mempraktikkan nilai-nilai demokrasi secara langsung.

Penulis: Jr

Editor: Humas Bawaslu Jakarta Pusat