Lompat ke isi utama

Berita

Anggota Bawaslu Jakpus Jadi Pembicara Dalam Giat Bidang Politik dan Wawasan Kebangsaan

Foto Bersama Giat Bidang Politik dan Wawasan Kebangsaan

Foto Bersama Giat Bidang Politik dan Wawasan Kebangsaan

JAKARTA PUSAT — Anggota Bawaslu Kota Jakarta Pusat, M. Halman Muhdar menjadi pembicara dalam acara edukasi bidang politik dan wawasan kebangsaan yang digelar Sub Bagian Kesatuan Bangsa dan Politik (Suban Kesbangpol) Kota Jakarta Pusat, di Hotel Best Western Mangga Dua, Jakarta Pusat, Rabu (26/11).

Halman dalam materinya, menyampaikan perihal pentingnya partisipasi masyarakat dalam mewujudkan pemilu dan pilkada yang berkualitas dan berintegritas, karena pada hakikatnya Pemilu dan Pilkada digelar untuk implementasi kepentingan masyarakat sebagai pemegang kedaulatan. “Partisipasi masyarakat tidak hanya dimaknai sebagai hadir di TPS untuk menggunakan hak pilih di hari pencoblosan saja, namun juga secara pro aktif melakukan pemantauan guna memastikan setiap tahapan pemilu dan pilkada berlangsung tanpa kecurangan dan pelanggaran,” terang Halman. 

Lebih lanjut, Halman menegaskan bentuk partisipasi dalam pemilu dan pilkada dapat dilakukan masyarakat dengan memberikan informasi atau melaporkan bila menemukan peristiwa pelanggaran yang terjadi di lingkungan sekitarnya. “Dengan masifnya partisipasi kita berharap pemilu dan pilkada di masa depan makin baik, jujur dan adil,” ujar Halman. 

Ia pun menambahkan tanpa partisipasi masyarakat, pemilu dan pilkada bukan saja berpotensi mengalami distorsi namun juga memberi ruang tumbuhnya potensi konflik terbuka di masyarakat. Sebab kecenderungan terjadi pelanggaran, salah satunya karena masyarakat dinilai tidak lagi peduli dan acuh tak acuh terhadap pentingnya merawat nilai dan prinsip demokrasi dalam pemilu dan pilkada. Pemilu hanya dianggap urusan politisi, partai politik, pemerintah dan penyelenggara pemilu saja, bukan urusan masyarakat. 

Padahal dampak pemilu yang curang justru akan sangat terasa oleh masyarakat sendiri. Di mana pemimpin atau pejabat publik yang terpilih karena menghalalkan segala cara, kebijakan yang ia hadirkan selama menjabat cenderung mendahulukan kepentingan kekuasaannya sendiri dibanding perbaikan nasib masyarakat, “mereka yang terpilih karena menggunakan cara yang melanggar, potensial dalam menjabat akan menyalahgunakan kewenangannya, alih-alih menghadirkan kesejahteraan, yang ada justru menghianati kepercayaan masyarakat,” pungkas Halman. 

Di akhir paparan, kembali ia menegaskan bahwa Bawaslu selalu membuka diri untuk menerima masukan dan kritikan serta mengharapkan dukungan penuh dari berbagai ormas dan semua elemen masyarakat, yang peduli terhadap masa depan pemilu dan demokrasi agar pemilu dan pilkada menghasilkan pejabat dan pemimpin publik yang sesuai dengan harapan, pemimpin yang jujur, adil dan membawa kemajuan bagi masyarakat Jakarta. 

“Pertemuan semacam ini penting, sinergi dan kolaborasi yang baik, harapannya semua yang hadir bisa meneruskan kepada anggota dan komunitasnya serta masyarakat sekitarnya, agar forum ini makin berdampak luas dalam upaya meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi secara aktif agar kedepan pemilu dan pilkada kita berjalan aman, damai, tertib dan berintegritas”. Tutup Halman. 

Kegiatan yang diselenggarakan Suban Kesbangpol Jakarta Pusat ini menghadirkan 3 (tiga) narasumber yang berasal dari dirjen politik kemendagri, Bawaslu dan KPU Kota Jakarta Pusat. Sementara peserta terundang adalah perwakilan 4 (empat) ormas tingkat Kota Jakarta Pusat, yaitu Aisiyah, BangJapar, Komunitas Disabilitas dan Pace Papua. Acara tersebut diawali dengan sesi pembukaan yang dibuka secara resmi oleh Kasuban Kesbangpol Kota Administrasi Jakarta Pusat, dan dilanjutkan dengan sesi diskusi yang diawali pemaparan materi narasumber dan sesi tanya jawab. 

Para peserta pun terlihat antusias dalam menyimak setiap materi yang disajikan dan saat sesi diskusi beberapa peserta menyampaikan pertanyaan dan pandangannya secara kritis untuk mendapatkan respon balik dari 3 (tiga) narasumber yang hadir. Kegiatan tersebut diakhiri dengan sesi foto bersama peserta dengan para narasumber.

Penulis: MHM

Editor: Humas Bawaslu Jakarta Pusat

Tag
Partisipatif Pemilu
Bawaslu Jakarta Pusat