Lompat ke isi utama

Berita

Jumat Sehati Ramadan, Bawaslu Jakarta Pusat Perkuat Spiritualitas dan Integritas Pegawai

Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa, Wahidin saat membawakan Tausyiah dalam kegiatan Jumat Sehati

Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa, Wahidin saat membawakan Tausyiah dalam kegiatan Jumat Sehati

Jakarta Pusat – Bawaslu Kota Administrasi Jakarta Pusat kembali menggelar kegiatan Jumat Sehati yang dirangkaikan dengan tausyiah dan pembinaan spiritual secara daring melalui Zoom Meeting, bertepatan dengan momentum bulan suci Ramadan, Jumat (20/2).
Kegiatan ini dibuka oleh Koordinator Divisi SDM, Organisasi, dan Diklat (SDMOD) Bawaslu Kota Jakarta Pusat, Widya Rastika Wulan. Dalam sambutannya, Widya menekankan bahwa pembangunan organisasi tidak hanya bertumpu pada sistem dan capaian kinerja, tetapi juga pada penguatan nilai-nilai spiritual dan kebersamaan antarpegawai.
“Organisasi yang kuat bukan hanya kokoh secara struktur, tetapi juga hangat dalam hubungan antarsesama. Melalui Jumat Sehati ini, kita ingin memastikan bahwa pekerjaan yang kita lakukan tidak sekadar rutinitas, melainkan juga bernilai ibadah,” ujarnya.
Widya juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran sekretariat atas dukungan sehingga kegiatan dapat terlaksana dengan baik, meskipun secara daring. Ia berharap pelaksanaan virtual tidak mengurangi esensi dan manfaat kegiatan bagi seluruh pegawai.
Sementara itu, Kepala Sekretariat Bawaslu Kota Jakarta Pusat, Yunanto Dwi Prabowo, dalam sambutannya menekankan pentingnya keseimbangan antara tanggung jawab profesional dan kehidupan spiritual. Ia menyampaikan bahwa tantangan pekerjaan, terutama setelah menjadi satuan kerja (satker), menuntut kesiapan mental dan integritas yang kuat.
“Kita menghadapi tugas administrasi, keuangan, dan kepegawaian sebagaimana kementerian dan lembaga lainnya. Di tengah rutinitas dan tantangan tersebut, penguatan mental dan spiritual menjadi sangat penting agar kita tetap seimbang antara urusan dunia dan akhirat,” ujar Yunanto.
Ia juga mengingatkan bahwa setiap pegawai perlu menjaga profesionalitas tanpa melupakan tanggung jawab pribadi, keluarga, serta nilai-nilai keagamaan sebagai landasan moral dalam bekerja.
Tausyiah dalam kegiatan ini disampaikan oleh Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Kota Jakarta Pusat, Wahidin. Dalam pemaparannya, Wahidin mengangkat tema makna puasa sebagai jalan menuju ketakwaan.
Menurutnya, takwa bukan sekadar konsep teologis, tetapi harus tercermin dalam perilaku sehari-hari, termasuk dalam menjalankan tugas sebagai aparatur pengawas pemilu.
“Kesadaran bahwa kita senantiasa diawasi oleh Allah akan melahirkan karakter tanggung jawab dan integritas. Kejujuran mungkin tidak selalu terlihat oleh manusia, tetapi Allah Maha Mengetahui,” jelasnya.
Wahidin juga menekankan bahwa puasa merupakan sarana pengendalian diri dan manajemen hawa nafsu. Ia mengingatkan bahwa kegagalan mengendalikan nafsu dapat melahirkan berbagai bentuk penyimpangan, termasuk ketidakjujuran dan penyalahgunaan wewenang.
Selain itu, ia mengajak seluruh jajaran untuk menumbuhkan rasa syukur atas pekerjaan dan rezeki yang diterima. “Hakikat syukur adalah menggunakan nikmat Allah di jalan yang diridai-Nya. Jika rezeki digunakan untuk kebaikan, maka ia akan mendatangkan keberkahan,” tambahnya.
Melalui kegiatan Jumat Sehati ini, Bawaslu Kota Jakarta Pusat berharap seluruh jajaran tidak hanya meningkatkan kinerja kelembagaan, tetapi juga memperkuat integritas, disiplin, serta komitmen moral dalam menjalankan tugas pengawasan.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan harapan agar seluruh keluarga besar Bawaslu Kota Jakarta Pusat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan penuh keikhlasan serta meraih derajat takwa.

Penulis: Jr

Foto: ARPS

Editor: Humas Bawaslu Jakarta Pusat

Tag
Bawaslu Jakarta Pusat
SDM Bawaslu Jakpus
SDM