Giat Ketujuh Sekolah Sadar Pengawasan Pemilu, Bawaslu Jakarta Pusat Libatkan Siswa SMAN 20 dalam Pembelajaran Interaktif
|
Jakarta Pusat — Bawaslu Kota Administrasi Jakarta Pusat kembali melaksanakan Sekolah Sadar Pengawasan Pemilu sebagai upaya mengenalkan demokrasi dan pengawasan Pemilu kepada generasi muda. Memasuki giat ketujuh, kegiatan berlangsung di SMAN 20 Jakarta, Rabu (7/10/2026), dengan pendekatan pembelajaran yang melibatkan siswa secara aktif.
Program ini dirancang berbeda dari sosialisasi yang hanya mengandalkan ceramah pemateri. Bawaslu Jakarta Pusat menggunakan metode interaktif melalui diskusi kelompok, pemecahan studi kasus bersama, kuis yang dikemas dalam permainan interaktif, hingga simulasi roleplay mengenai pengawasan Pemilu. Melalui pendekatan tersebut, siswa memperoleh kesempatan untuk menyampaikan pendapat, bertukar pikiran, dan memahami persoalan demokrasi melalui contoh yang dekat dengan kehidupan mereka.
Wakil Kepala SMAN 20 Jakarta, Niswatin, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Bawaslu Jakarta Pusat yang memberikan pengetahuan mengenai mekanisme Pemilu dan peran pengawasannya. Ia mendorong siswa untuk aktif bertanya berdasarkan pengamatan mereka di lingkungan sekitar agar kegiatan tersebut menjadi kesempatan belajar yang bermakna.
Kasubbag Pengawasan dan Humas Bawaslu Jakarta Pusat, M. Ilham Fahreza, turut memberikan materi tentang demokrasi, Pemilu, pemilih cerdas, dan bahaya politik uang. Dalam sesi diskusi, siswa diajak menganalisis contoh pemberian hadiah kepada pemilih dalam pemilihan ketua OSIS. Melalui kasus tersebut, mereka belajar mengidentifikasi potensi ketidakadilan dan memahami pentingnya kebebasan dalam menentukan pilihan.
Keterlibatan siswa tidak berhenti pada diskusi dan studi kasus. Kuis interaktif serta simulasi roleplay pengawasan Pemilu menjadi bagian dari proses pembelajaran untuk mendorong siswa memahami materi melalui pengalaman langsung. Dengan cara ini, siswa tidak hanya menerima informasi, tetapi juga dilatih untuk berpikir kritis dan mengenali persoalan yang berkaitan dengan pelaksanaan demokrasi.
Pada penghujung kegiatan, siswa melakukan voting untuk memilih Duta Pengawas Partisipatif. Siswa yang terpilih dari setiap sekolah diharapkan menjadi perpanjangan tangan Bawaslu Jakarta Pusat di lingkungan pelajar, khususnya dalam menyebarluaskan pemahaman mengenai demokrasi, Pemilu, dan pentingnya pengawasan partisipatif.
Melalui pemilihan duta tersebut, Bawaslu Jakarta Pusat ingin mendorong tumbuhnya keterlibatan pelajar yang tidak berhenti setelah kegiatan sosialisasi selesai. Para duta diharapkan dapat membantu mengajak teman sebaya untuk lebih peduli terhadap proses demokrasi dan berani menyampaikan informasi mengenai pentingnya pengawasan Pemilu.
Pelaksanaan Sekolah Sadar Pengawasan Pemilu di SMAN 20 Jakarta menjadi bagian dari upaya Bawaslu Jakarta Pusat membangun kesadaran demokrasi sejak dini. Melalui pembelajaran yang interaktif dan keterlibatan Duta Pengawas Partisipatif, pelajar diharapkan dapat mengambil peran dalam memperluas literasi Pemilu dan menumbuhkan budaya pengawasan partisipatif di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Penulis: Jr
Foto: Jr
Editor: Humas Bawaslu Jakarta Pusat