BAWASLU KOTA JAKARTA PUSAT LANJUTKAN SOSIALISASI PADA KALANGAN PELAJAR MELALUI SEKOLAH SADAR PENGAWASAN PEMILU DI SMAN 10 JAKARTA
|
Jakarta Pusat - Badan Pengawas Pemilihan Umum (BAWASLU) Kota Administrasi Jakarta Pusat kembali melanjutkan rangkaiaan kegiatan Sosialisasi ke Sekolah melalui program Sekolah Sadar Pengawas Pemilu (SSPP) dengan mengunjungi SMAN 10 Jakarta, Kamis (1/10/2026). SMAN 10 Jakarta menjadi sekolah keempat yang turut dikunjungi Bawaslu Jakarta Pusat dalam program edukasi demokrasi dan pengawasan partisipatif bagi kalangan pelajar di wilayah Jakarta Pusat.
Kegiatan diawali dengan sambutan dari Kepala Sub Bagian Tata Usaha di SMAN 10 Jakarta, Edi Kuswanto. Dalam sambutannya, Edi menyampaikan apresiasi dan mengucapkan terimakasih kepada jajaran Bawaslu Jakarta Pusat atas kunjungan yang dilaksanakan dalam rangka memberikan sosialisasi terkait dengan pengawasan pemilu pada pemilih pemula di SMAN 10 Jakarta, Edi juga menambahkan bahwa siswa nantinya akan menjadi pemilih pada pemilu di tahun mendatang. Lebih lanjut Edi mengharapkan agar seluruh siswa dapat mengikuti kegiatan sosialisasi dengan seksama dan turut aktif selama kegiatan sosialisasi berlangsung, sehingga siswa dapat menambah pengetahuan dan memberikan kesan yang menjadi bekal ilmu bagi siswa sendiri.
Seperti pada sebelumnya sosialisasi kepemiluan yang telah dilakukan dengan menggunakan pendekatan pembelajaran yang interaktif kepada pelajar. Bawaslu Jakarta Pusat mengajak para siswa untuk aktif berpikir, berdiskusi dan menyampaikan pandangan/pendapat selama proses pembelajaran berlangsung.
Kegiatan dibagi dalam dua sesi yang diisi oleh Anggota Bawaslu Jakarta Pusat. Pada sesi pemaparan pertama yang disampaikan oleh Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Data dan Informasi, Dimas Triyanto Putro menyampaikan materi mengenai pengetahuan dasar demokrasi, Pemilu, Pemilu Cerdas dan jenis-jenis pelanggaran pemilu. Dalam materi Demokrasi dan Pemilu, peserta diberikan pemahaman mengenai demokrasi dan peran masyarakat dalam proses pemilu. Materi Pemilih Cerdas membahas pentingnya menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab serta menyaring informasi sebelum menentukan pilihan. Sementara materi Pelanggaran Pemilu memberikan pemahaman mengenai berbagai bentuk pelanggaran dan pentingnya peran masyarakat dalam mencegah serta melaporkan dugaan pelanggaran.
Pada sesi kedua, Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Humas, M. Halman Muhdar menyampaikan materi Pengawasan Partisipatif, Literasi Digital, serta Prinsip Pengawasan dan Langkah Pengawasan. Materi Pengawasan Partisipatif menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat mengawasi setiap tahapan pemilu. Selanjutnya, Literasi Digital membekali peserta agar mampu menyaring informasi kepemiluan dan menghindari penyebaran hoaks maupun informasi yang menyesatkan. Adapun materi Prinsip Pengawasan dan Langkah Pengawasan memberikan pemahaman mengenai hal-hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan pengawasan serta langkah yang dapat dilakukan apabila menemukan dugaan pelanggaran.
Kemudian para siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk menyelesaikan studi kasus yang berkaitan dengan pelanggaran dalam pemilu, selanjutnya para siswa diminta mempresentasikan hasil diskusinya di hadapan para siswa lainnya. Selain menyelesaikan studi kasus siswa juga turut mengikuti simulasi roleplay yang menggambarkan tahapan dalam pelaksanaan pengawasan pemilu. Dalam metode tersebut, siswa diharapkan mampu menganalisis dugaan pelanggaran, menyampaikan laporan, hingga pentingnya peran masyarakat dalam menjaga integritas proses demokrasi.
Sebagai penutup dari rangkaian kegiatan, Bawaslu Jakarta Pusat juga memilih satu Siswa dan satu Siswi SMAN 10 Jakarta sebagai Duta Pengawas Partisipatif. Pemilihan tersebut diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk mendorong keterlibatan aktif generasi muda dalam menyebarluaskan nilai-nilai demokrasi dan pengawasan partisipatif di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Melalui pelaksanaan kegiatan Sekolah Sadar Pengawasan Pemilu ini, Bawaslu Jakarta Pusat berharap Siswa dan Siswi SMAN 10 Jakarta dapat menjadi generasi muda yang cerdas dalam memahami demokrasi, bijak dalam menggunakan media digital, serta memiliki kesadaran untuk turut mengawal proses pemilu secara bertanggung jawab. (Mw)
Penulis: Mw
Foto: Mw
Editor: Humas Bawaslu Jakarta Pusat