Bawaslu Jakpus dan Sudin Pendidikan Wilayah II Bahas Program Literasi Demokrasi bagi Pelajar
|
Jakarta Pusat — Bawaslu Kota Administrasi Jakarta Pusat bersama Suku Dinas Pendidikan Wilayah II Jakarta Pusat membahas rencana program literasi demokrasi bagi pelajar melalui audiensi yang digelar di Gedung D Kantor Wali Kota Jakarta Pusat, Rabu (25/2/2026).
Pertemuan tersebut menjadi langkah awal dalam merancang program pendidikan demokrasi yang dapat diintegrasikan dengan kegiatan di lingkungan sekolah.
Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Jakarta Pusat, M. Halman Muhdar, menjelaskan bahwa generasi muda perlu diberikan pemahaman mengenai demokrasi, kepemiluan, serta pengawasan partisipatif sejak dini.
Menurutnya, keterlibatan siswa dalam program edukasi demokrasi dapat membantu menumbuhkan kesadaran kritis sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengawasan pemilu.
“Melalui program ini, kami ingin para pelajar tidak hanya memahami teori demokrasi, tetapi juga memiliki kesadaran sebagai bagian dari ekosistem pengawasan partisipatif,” kata Halman.
Ketua Bawaslu Jakarta Pusat Christian Nelson Pangkey menambahkan bahwa kolaborasi dengan dunia pendidikan merupakan bagian dari strategi pencegahan jangka panjang dalam menjaga kualitas demokrasi.
Sementara itu, Kepala Sudin Pendidikan Wilayah II Jakarta Pusat Bambang Eko Prabowo menyatakan bahwa pihaknya mendukung upaya Bawaslu dalam memberikan edukasi demokrasi kepada siswa.
Ia menekankan pentingnya perencanaan teknis yang matang agar program dapat berjalan efektif tanpa mengganggu kegiatan belajar mengajar di sekolah.
Audiensi berlangsung dalam suasana hangat dan penuh antusiasme. Kedua pihak sepakat bahwa sinergi antara lembaga pengawas pemilu dan dunia pendidikan menjadi langkah strategis untuk menumbuhkan nilai-nilai integritas, partisipasi, dan kesadaran demokrasi di kalangan generasi muda Jakarta Pusat.
Penulis: MHM
Foto: Jr
Editor: Humas Bawaslu Jakarta Pusat