Bawaslu Jakarta Pusat Siapkan Sekolah Sadar Pengawasan bagi Pemilih Pemula
|
Jakarta Pusat — Bawaslu Kota Administrasi Jakarta Pusat mempersiapkan pelaksanaan program Sekolah Sadar Pengawasan Pemilu sebagai upaya membangun kesadaran kepemiluan dan demokrasi sejak dini di kalangan pelajar. Persiapan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi bersama Suku Dinas Pendidikan Jakarta Pusat Wilayah 1 dan kepala sekolah SMA/SMK di wilayah kerjanya melalui Zoom Meeting, Kamis (3/9/2026).
Anggota Bawaslu Jakarta Pusat, M. Halman Muhdar, menjelaskan bahwa program tersebut dirancang untuk memberikan pemahaman kepemiluan kepada peserta didik, khususnya siswa SMA dan SMK yang berpotensi menjadi pemilih pemula pada Pemilu 2029.
Menurut Halman, siswa yang saat ini berada di kelas X berpotensi telah memenuhi usia minimal sebagai pemilih ketika Pemilu 2029 dilaksanakan. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pentingnya memberikan pendidikan kepemiluan sejak bangku sekolah agar calon pemilih pemula memiliki pengetahuan dan kesadaran yang memadai sebelum menggunakan hak pilihnya.
Bawaslu Jakarta Pusat merancang lima materi utama dalam program tersebut, yakni pemahaman dasar mengenai pemilu dan demokrasi, pemilih cerdas, pengawasan partisipatif, pengenalan bentuk-bentuk pelanggaran dalam tahapan pemilu, serta literasi digital.
Pembelajaran juga tidak akan dilakukan hanya melalui metode ceramah. Peserta didik akan dilibatkan melalui diskusi interaktif, studi kasus, simulasi, kuis, serta evaluasi melalui aktivitas dan post-test. Pendekatan tersebut diharapkan membuat siswa dapat memahami materi sekaligus mempraktikkan pengetahuan yang diperoleh.
Halman menjelaskan bahwa program ini merupakan pengembangan dari pengalaman Bawaslu dalam memberikan sosialisasi kepemiluan kepada pelajar. Evaluasi terhadap pola sosialisasi sebelumnya menjadi dasar bagi Bawaslu Jakarta Pusat untuk menyusun pendekatan yang lebih interaktif dan memiliki keberlanjutan.
Melalui Sekolah Sadar Pengawasan Pemilu, Bawaslu Jakarta Pusat berharap pelajar tidak hanya memahami proses pemilu, tetapi juga memiliki kesadaran untuk turut mengawal demokrasi melalui pengawasan partisipatif.
Program tersebut menjadi salah satu langkah Bawaslu Jakarta Pusat dalam mempersiapkan pemilih pemula yang cerdas, kritis, dan memiliki kesadaran terhadap pentingnya menjaga kualitas proses demokrasi menuju Pemilu 2029.
Penulis: Jr
Editor: Humas Bawaslu Jakarta Pusat