Bawaslu Jakarta Pusat Ajak Siswa SMAN 1 Jakarta Praktikkan Pengawasan Pemilu Secara Interaktif
|
Jakarta Pusat – Sekolah Sadar Pengawasan Pemilu yang dilaksanakan Bawaslu Kota Administrasi Jakarta Pusat di SMAN 1 Jakarta, Jumat (2/10/2026), dikemas dengan pendekatan pembelajaran yang interaktif. Kegiatan tersebut merupakan giat kelima dalam rangkaian program Sekolah Sadar Pengawasan Pemilu yang menyasar lingkungan pelajar.
Berbeda dengan sosialisasi yang hanya mengandalkan metode ceramah, Bawaslu Jakarta Pusat memberikan ruang bagi siswa untuk terlibat langsung dalam proses pembelajaran. Siswa diajak berdiskusi, menyampaikan pendapat, menganalisis persoalan, hingga mempraktikkan pengawasan Pemilu melalui berbagai aktivitas.
Dalam kegiatan tersebut, siswa mengikuti diskusi kelompok dan memecahkan studi kasus bersama. Materi kemudian diperkuat melalui kuis yang dikemas dalam games interaktif serta simulasi roleplay pengawasan Pemilu. Metode ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk memahami materi melalui pengalaman langsung.
Anggota Bawaslu Jakarta Pusat, M. Halman Muhdar, mengatakan pendekatan tersebut memungkinkan siswa menjadi bagian aktif dari proses pembelajaran. Menurutnya, kegiatan tidak hanya menjadi ruang bagi Bawaslu untuk menyampaikan informasi, tetapi juga kesempatan untuk mendengar pandangan dan pemahaman siswa mengenai persoalan kepemiluan.
Salah satu sesi berlangsung melalui diskusi mengenai aktivitas kampanye di lingkungan sekolah. Para siswa diberikan kesempatan menyampaikan pendapat beserta alasan yang mendasarinya. Diskusi tersebut menjadi ruang untuk melatih kemampuan berpikir kritis sekaligus memahami bahwa persoalan kepemiluan perlu dilihat berdasarkan ketentuan yang berlaku.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan proses voting untuk memilih Duta Pengawas Partisipatif SMAN 1 Jakarta. Proses tersebut sekaligus memberikan pengalaman kepada siswa dalam mempraktikkan salah satu nilai demokrasi, yaitu menentukan pilihan melalui proses pemungutan suara.
Duta Pengawas Partisipatif yang terpilih dari masing-masing sekolah nantinya diharapkan menjadi perpanjangan tangan Bawaslu Jakarta Pusat di lingkungan pelajar. Para duta dapat membantu menyampaikan pengetahuan mengenai demokrasi, Pemilu, dan pengawasan partisipatif kepada teman-teman di sekolahnya.
Melalui pendekatan yang interaktif dan partisipatif, Bawaslu Jakarta Pusat berupaya menjadikan Sekolah Sadar Pengawasan Pemilu bukan sekadar kegiatan sosialisasi. Program ini menjadi ruang bagi siswa untuk belajar, berdiskusi, mempraktikkan nilai demokrasi, dan membangun kesadaran bahwa pengawasan Pemilu dapat dimulai dari lingkungan sekolah.
Penulis: Jr
Foto: Jr
Editor: Humas Bawaslu Jakarta Pusat